Patuhi Uji Keselamatan, Akhirnya KKKS PHE ONWJ
Gunakan EOR Pada 2012
di tempat inilah gw cari nafkah
BERITA TERKAIT
- Selama 2011, 329,9 Juta Barel Minyak Muncrat, 3 Triliun Kaki Kubik Gas ‘Nyembur’
- Usai Paman Sam Cabut, Irak Genjot 3 Juta Barel Minyak
- Indonesia Yakin Penghematan Pengadaan Migas Sanggup Hemat Rp 1,2 Triliun
- US$ 406 Juta Piutang Pertamina Lunas 2012
- Dana Bagi Hasil Migas Buat Daerah 0,5%, UU Nomor 33 tahun 2004 Digugat di MK
LENSAINDONESIA.COM: Kontraktor Kontrak Kerjasama Pertamina Hulu Energi ONWJ (PHE ONWJ) tahun depan segera menggunakan teknologi enhanced oil recovery (EOR) di wilayah kerjanya.
“Kita tingkatkan ke zona yang lain yaitu E29” ujar Ignatius Tenny Wibowo, GM dan Executive Vice President PHE ONWJ pada lensaindonesia, Senin (28/11/2011) di Jakarta.
Dampak penerapan teknologi ini, imbuh Tenny terhadap produksi baru akan terlihat sekitar setahun kemudian. “Apabila kita mulai 2012, baru akan kelihatan hasilnya di 2013,” ujar Tenny.
Menurut Tenny, semenjak sekitar tahun 2000 PHE ONWJ telah menerapkan teknologi EOR berupa water flood di zona E22. Penerapan teknologi yang sama rencananya akan dilakukan di satu zona lain tahun depan.
PHE ONWJ adalah anak perusahaan di bawah Pertamina Hulu Energi. Selain itu PHe OnWJ operator dari Kontraktor Kerjasama ONWJ dibawah BPMIGAS yang dimiliki Pertamina sejak bulan Juli 2009.
Kegiatan PHE ONWJ dibidang eksplorasi minyak dan gas bumi mencakup fasilitas produksi sekitar 8,300 kilometer persegi. Lokasi ini terletak di sebelah utara Cirebon sampai ke Kepulauan Seribu.
Fasilitas produksi yang dimiliki terdiri dari 670 sumur, 170 anjungan di perairan dangkal, 40 pemroses dan fasilitas disertai 1600 kilometer pipa bawah laut.
Pada saat ini, PHE ONWJ memasok gas ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui Pembangkit Tenaga Listrik Muara Karang dan Tanjung Priok dan Pupuk Kujang di Cikampek, Jawa Barat. adrian/LI-11
Tidak ada komentar:
Posting Komentar